Kamis, 23 September 2010

Pesantren Salafiyah “Miftahul Huda”

Pesantren Salafiyah “Miftahul Huda”

Pesantren ini memiliki induk pesantren Salafiyah “Miftahul Huda” di bawah pimpinan K.H. Khoer Affandi (Alm), yang berlokasi di wilayah Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren ini banyak melahirkan alumni yang telah mampu mendirikan pesantren-pesantren baru atau lembaga pendidikan Islam lainnya dengan ciri khas menggunakan nama “Huda” atau “Khoer”, sebagai bentuk ikatan emosional sekaligus penghormatan terhadap Sang Kyai mereka. Para alumni yang jumlahnya ribuan orang membentuk suatu ikatan yang disebut “HAMIDA” (Himpunan Alumni Miftahul Huda), yang banyak pula tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Ciamis dan berhasil mendirikan pesantren-pesantren turunannya, antara lain:
  1. Pondok Pesantren kombinasi “Miftahul Huda II” di bawah pengasuh K.H. Nonof Hanafie putera dari pendiri K.H. Umar Nawawi (Alm), yang berlokasi di Dusun Wetan Rt 02/05 Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara, Ciamis Utara
  2. Pondok Pesantren Salafiyah “Al Huda” di bawah pimpinan K.H. Asep Alinurdin generasi ke 3 dari K.H. Otong Hasan dan K.H. Ahmad Sukaeji (Alm), berlokasi di  Dusun Turalak Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg, Ciamis Tengah 
  3. Pondok Pesantren kombinasi (Kholafiyah) “Miftahul Huda 357” di bawah pimpinan K.H. Maktum, yang berlokasi di Blok Rengreng Dusun Cimengger Kecamatan Cijeungjing, Ciamis Tengah 
  4. Pondok Pesantren Salafiyah “Miftahul Khoer” di bawah pimpinan KH. Ace Sulaeman, yang berlokasi di Dusun Kertamandala Desa Mandalare No. 56 Kecamatan Panjalu, Ciamis Utara.
  5. Pondok Pesantren  kombinasi (Kholafiyah) “Al Hasan” di bawah pimpinan K.H.M. Syarif Hidayat, yang berlokasi di jalan. Jenderal Ahmad Yani No.120 Kelurahan Kertasari Ciamis Kota
  6. Pondok Pesanttren  Salafiyah “Al Furqon” di bawah pimpinan K.H. Otong Aminuddin, yang berlokasi di Dusun Karanglaya Rt 04/07 Kecamatan Cimerak, Ciamis Selatan 
H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si. (Dekan FKIP Universitas Galuh Ciamis) 

    Rabu, 22 September 2010

    Kelembagaan Pesantren di Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya

    Kelembagaan Pesantren di Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya

    Kelembagaan Pesantren di Kabupaten Ciamis
    Berdasarkan data resmi tahun 2010 dari Kantor Kementerian Agama melalui Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kabupaten Ciamis, pondok pesantren yang teregristrasi atau yang memiliki Nomor Seri Pondok Pesantren (NSPP) tercatat sebanyak 671 buah, namun sebenarnya masih banyak pesantren yang belum tercatat terutama pesantren-pesantren yang hanya memiliki sedikit santri atau memiliki banyak santri tetapi merupakan Santri Kalong (santri yang tidak mukim) yang beraktifitas rutin pada sore atau malam hari saja.
    Hasil penelusuran terhadap pesantren-pesantren beserta para tokoh ulama sebagai pengasuhnya, menunjukkan bahwa secara umum pesantren-pesantren yang ada di Kabupaten Ciamis memiliki
    beberapa kategori berdasarkan kelompok induk (urat) yang kemudian menurunkan atau melanjutkan tradisi pesantren induknya masing-masing, yakni:
    1. Kelompok Pesantren Salafiyah “Miftahul Huda"; Kelompok pesantren ini memiliki induk pesantren Salafiyah “Miftahul Huda” di bawah pimpinan K.H. Khoer Affandi (Alm), yang berlokasi di wilayah Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.
    2. Kelompok Pesantren Salafiyah “Tasawufbiye” dan “Minhajul Karomah”; Kelompok pesantren kategori ini memiliki induk pesantren Salafiyah “Tasawufbiye” di bawah pimpinan Mama Udin (Alm), yang berlokasi di Dusun Maniis Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dan Pondok Pesantren Salafiyah “Minhajul Karomah” di bawah pimpinan K.H. Uun yang berlokasi di Dusun Cibeunteur Balokang Banjar.
    3. Kelompok Pesantren Salafiyah “Al Qur’an"; Kelompok pesantren ini memiliki induk pesantren Salafiyah “Al Qur’an” di bawah pimpinan kolektif para putera Almarhum K.H. Mochammad Sirodj (Babah), yang berlokasi di Jl. Raya Banjar-Ciamis Km 03, Cijantung Kecamatan Cijeungjing Ciamis Tengah
    4. Kelompok Pesantren Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah “Suryalaya”; Kelompok Pesantren Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah di Kabupaten Ciamis salah satunya memiliki induk pesantren “Suryalaya” Yayasan “Serba Bhakti”, di bawah pimpinan K.H. Syekh Ahmad Shohibul Waffa Arifin atau Abah Anom, yang berlokasi di Desa Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya,
    5. Majelis Ta’lim Tarekat Naqsabandiyah Qodiriyah; Kelompok Majelis Ta’lim Tarekat Naqsabandiyah Qodiriyah lainnya di Kabupaten Ciamis adalah asuhan Mama KH. Sobrowi (alm) dari Dusun Randegan Desa Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja Pemerintahan Kota Banjar, yang kemudian diteruskan oleh puteranya, Ajengan Sunhaji yang berlokasi di Desa Sukajadi Kecamatan Banjarsari, Ciamis Selatan. Kelompok tarekat ini tidak memfokuskan pada pendirian lembaga-lembaga pesantren, namun hanya sebatas majelis ta’lim harian, mingguan (khataman), dan bulanan (manakiban).
    6. Kelompok Pesantren Kholafiyah “Darussalam Al Fadilliyah”; Kelompok pesantren ini menginduk pada pesantren “Darussalam Al Fadilliyah” di bawah pimpinan K.H. Irfan Hilmy (Alm) yang diteruskan oleh DR. K.H. Acep Fadilyani, yang berlokasi di Dewasari Pamalayan Kecamatan Cijeungjing, Ciamis Tengah. Pesantren ini merupakan pesantren modern pertama di Kabupaten Ciamis yang merintis pesantren terpadu dengan menggabungkan pendidikan informal dan pendidikan formal, yang pada gilirannya mampu menurunkan pesantren-pesantren lainnya yang didirikan oleh para alumni
    H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si. (Dekan FKIP Universitas Galuh Ciamis)

    Kamis, 16 September 2010

    Kabupaten Ciamis : Sarana dan Prasaran Pendidikan

    Kabupaten Ciamis : Sarana dan Prasaran Pendidikan

    Pembangunan di Ciamis dilakukan dalam segala bidang, walaupun belum seluruhnya berhasil dan mencapai apa yang dicita-citakan. Tetapi hal itu merupakan dinamika yang harus disadari bahwasannya dalam suatu proses pasti ada leak, walaupun hal itu telah berusaha dihindari. Hal ini bekaitan dengan karakter dari pelaksana dan pelaksanaan proses yang dilakukan.
    Patut disadari bahwa proses pembangunan melibatkan banyak sekali pihak dan aspek. Manusia sebagai pelaksana proses pembangunan merupakan faktor yang tidak mungkin diabaikan ditambah dengan kultur dan sifat individu yang tidak mungkin disamakan atau diseragamkan.
    Tidak terkecuali proses pembangunan di Ciamis, semuanya tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh sumber daya manusia (SDM) maupun keadaan alammya.
    Berdasarkan data resmi jumlah sekolah baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa pada tahun 2010 jumlah sekolah untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 339 unit, jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 1.052 unit, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) 187 unit, Sekolah Menengah Atas (SMA) 43 unit, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 40 unit, dan  5 buah jenjang Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terdiri dari universitas, sekolah tinggi, dan institut, yang salah satu diantaranya telah memiliki Fakultas Pertanian. Apabila memperhatikan jumlah SMA/K yang ada, berarti rata-rata setiap kecamatan telah memiliki minimal dua unit SMA/K.
    Disampng itu sarana pendidikan berupa sekolah-sekolah yang
    bernuansa keagamaan (Islam) berdasarkan data dari Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Ciamis tercatat sebanyak 2.083 buah Madrasah Diniyah, 213 untuk jenjang Madrasah Ibitidaiyah (MI), 119 jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 39 jenjang Madrasah Aliyah (MA).
    Pertumbuhan yang cukup pesat lembaga-lembaga pendidikan formal khususnya yang berada pada basis-basis pesantren di Kabupaten Ciamis, menunjukkan bahwa pertumbuhan lembaga pendidikan swasta cukup tinggi jika dibanding dengan pertumbuhan sekolah-sekolah negeri atau lembaga pendidikan yang dibangun oleh pemerintah. Pertumbuhan tersebut terkait dengan terjadinya perubahan paradigma para pemilik pesantren yang bergeser dari hanya mengelola pendidikan tradisional (pesantren) menjadi lembaga pendidikan Islam terpadu, yakni selain pesantren juga mendirikan lembaga pendidikan umum lainnya mulai dari jenjang paling bawah yakni Taman Kanak-Kanak (Raudatul Atfhal), SMP (Tsanawiyah), SMA/K (Aliyah), hingga Perguruan Tinggi (Ma’had Aly). (Ciamisinfo.com, up date 5 Mei 2010) 
    Berdasarkan indikator  pendidikan yang dirilis dari Ciamiskab.go.id perkembangan ruang kelas baru di seluruh  sekolah formal yang kondisinya cukup baik telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, yaitu dari 4.979 ruang kelas bertambah menjadi 5.294 atau meningkat sebesar 6,33 %. Namun demikian bertambahnya ruang kelas bagi SD/MI dan SMP/MTs tersebut,  belum mampu menurunkan angka untuk kasus siswa drop out (DO) bagi anak-anak sekolah jenjang SD, SMP, MI, dan MTs, sehingga terjadi  peningkatan yang tinggi angka DO khususnya untuk jenjang pendidikan SMP/MTs.
    Sementara itu untuk menunjang pencapaian Angka  Melek Huruf (AMH) di Kabupaten Ciamis, antara lain dilaksanakan melalui pendidikan non formal berupa pendirian atau penyelenggaraan; Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),  Life Skill, Paket A, Paket B, Paket C, dan Kelompok Belajar Umum (KBU), yang menunjukkan angka peningkatan  secara terus menerus. Berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, penduduk di Kabupaten Ciamis memiliki tingkat pendidikan yang masih relatif rendah, seperti halnya pada tahun 2008 tercatat penduduk yang berusia 15 tahun ke atas yang berpendidikan SD kurang lebih 50,88 %, tidak tamat SD sekitar 15,48 %, tidak sekolah 2,95 %, tamat SLTP 17,50 %, tamat SLTA 10,29 %, dan tamat Perguruan Tinggi 2,90 %. (BPS, 2008). Penduduk usia tersebut yang bekerja di sektor pertanian jumlahnya mencapai 43,64 %, sektor industri 11,74 %, sektor bangunan 4,59 %, sektor perdagangan dan hotel/restoran 20,75 %, sektor jasa 12,45 %, dan sektor lainnya 6,83 %.

    H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si. (Dekan FKIP Universitas Galuh Ciamis)