Minggu, 19 November 2017

PROFIL SINGKAT DESA SUKAHURIP KECAMATAN CISAGA - CIAMIS

PROFIL SINGKAT DESA SUKAHURIP KECAMATAN CISAGA - CIAMIS

PROFIL SINGKAT DESA SUKAHURIP KECAMATAN CISAGA - CIAMIS

Luas Wilayah Desa Sukahurip 
Luas wilayah Desa Sukahurip dan status tanahnya 812,25 Ha terdiri dari Sawah., Kebun Campuran, Perkebunan, Kolam, Pekarangan, Kuburan, Jalan, Irigasi dan Kali, dan Lain-lain.

Batas Desa Sukahurip
Utara berbatasan dengan Desa Bojonggedang Kec. Rancah,
Timur berbatasan dengan Desa Girimukti Kec. Cisaga,
Selatan berbatasan dengan Desa Tanjungjaya Kec. Cisaga
Barat berbatasan dengan Desa Bunter Kec. Sukadana Kab. Ciamis

Wilayah Desa Sukahurip terdiri dari 4 empat ) Dusun diantaranya
Dusun Cibeurih (terdiri dari 3 RW dan 6 RT),
Dusun Bantarsari (terdiri dari 2 RW dan 4 RT),
Dusun Noong (terdiri dari 3 RW dan 6 RT),
Dusun Mekarsari (terdiri dari 2 RW dan 4 RT)


Jumlah Penduduk Desa Sukahurip Periode Bulan Nopember 2016
Dusun Cibeurih         249L       281P       530 Jiwa    530KK
Dusun Bantarsari       323L       340P       663 Jiwa    663KK
Dusun Noong            367L       368P       753 Jiwa    753KK
Dusun Mekarsari       198L       206P       404 Jiwa    404KK
JUMLAH                1.137L    1.195P    2332 Jiwa

Minggu, 17 April 2016

HASIL PEMILIHAN KEPALA DESA CISAGA TAHUN 2016

Pemilihan Kepala Desa Serentak, Desa Cisaga tahun 2016 untuk mendapatkan Kepala Desa Cisaga periode 2016 - 2022 telah selesai dilaksanakan dengan hasil Calon Nomor 3 yaitu Kartono mendapatkan perolehan suara 2.037 suara dari 3.641 suara atau sekitar 56,5%.
Perolehan suara terbanyak Kartono didapat dari TPS 03 yang mencapai 81,2% (635 suara) dari total pemilih di TPS 3, atau 31,2% dari total suaranya.
      
Sertifikat Hasil dan Rincian Penghitungan Perolehan Suara  

Pemilihan Kepala Desa Serentak, Desa Cisaga tahun 2016


(file asli disini)

Senin, 11 April 2016

Pemilihan Kepala Desa Bersama 2016 Desa Cisaga Kecamatan Cisaga - Ciamis

17 April 2016 merupakan hari H dalam pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bersama tahun 2016. Tiga desa di Kecamatan Cisaga memilih kepala desanya masing-masing, terutama desa-desa yang akhir masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun 2016. Masyarakat Desa Cisaga, Desa Mekarmukti, dan Desa Tanjungjaya memilih kepala desanya, walaupun masa akhir jabatan kepala desa tidak tepat bulan April.
Logo Panitia Pemilihan Kepala Desa Cisaga
Seperti halnya Desa Cisaga Kecamatan Cisaga, seyogyanya Kepala Desa Cisaga Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis berakhir pada sekitar bulan September 2016, tetapi mengikuti anjuran dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, bahwa Pemilihan Kepala Desa Bersama 2016 dilaksanakan bulan April 2016, tepatnya tanggal 17 April 2016.
Desa Cisaga Kecamatan Cisaga berhasil menjaring 3 calon kepala desa,  yang akan dipilih langsung oleh mayarakat 4 dusun di Desa Cisaga (Dusun Cipurut, Dusun Cisagakota, Dusun Mulyajaya dan Dusun Cimanggu). Calon Kepala Desa pada Pemilihan Kepala Desa Bersama 2016 di Desa Cisaga ini adalah Iwan Kurniawan, SH. menjadi calon kepala desa nomor urut 1, nomor urut 2 Usup Syamsudin, A.Md.Pd. dan nomor urut 3 Kartono.
Photo Calon Kepala Desa Cisaga
Pemilihak Kepala Desa Bersama 2016 Desa Cisaga

Dalam pelaksanaannya, Pemilihak Kepala Desa Bersama Tahun 2016 di Desa Cisaga dibagi menjadi 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dimana TPS 1 di Dusun Cipurut, TPS 2 di Dusun Cisagakota, TPS 3 di Dusun Mulyajaya, TPS 4 dan TPS 5 berada di Dusun Cimanggu. Tiap TPS mempunyai Pemilih Tetap sekitar 800 - 1100 orang (Berdasarkan DPT exs. Pilpres).
Berbagai persiapan telah dilakukan dari mulai menyusun kelengkapan administrasi hingga kampanye dan pendistribusian surat suara. Dalam penyusunan administrasi, Panitia Pemilihan Kepala Desa mengacu kepada pengadministrasian Pilbup, Pilgub dan Pilpres yang telah lalu dan disesuaikan dengan keperluan di Desa Cisaga sendiri. 
Kegiatan Pemilihan Kepala Desa Cisaga 2016 ini didanai dari APBDes yang diawasi langsung oleh BPD Desa Cisaga. Monitoring telah dilakukan berbagai pihak, termasuk pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis, DPRD Kabupaten Ciamis, aparat keamanan setempat, lembaga sosial masyarakat maupun masyarakat Desa Cisaga sendiri.

Rabu, 17 Juni 2015

DANGDING PASADUAN PASUNDAN

DANGDING PASADUAN PASUNDAN

Pasaduan merupakan syair yang ditujukan untuk memohon izin kepada leluhur yang telah atau pernah berkuasa di suatu daerah. Pasaduan disini merupakan pasaduan untuk daerah tatar sunda, khususnya tatar Galuh dan Pajajaran.
Syair Pasaduan yang disajikan Aip Saripudin, S.Pd.I. berisi pula nama orang-orang yang pernah mempunyai kekuasaan di tanah sunda khususnya di daerah Ciamis, Tasikmalaya dan Banjar. Silakan disimak.

PASADUAN
Sanggian : Aip Saripudin, S.Pd.I.

Pun, paralun sampurasun
Ka anu nunggal di kalanggengan
Anu langgeng dina nunggalna
Anu ngawasa hirup jeung hurip
 Anu ngawasa euweuh jeung aya
Anu ngabogaan sakabaeh jagat
Anu ngabogaan sakabeh alam

Pun,  paralun

Ka sakur anu diluhur
Anu Nunggal
Ka nu nyangking kawening
Nu ngagem wewenang
Nu nunggal kawasa

Pun
Tabe Pun!

Kasakabeh nu dihandap
Ka sakabeh
Nu kumelip anu arusik
Nu ngawaruga dina wujud sewang- sewangan

Ka sakabeh
Nu garedag nu lumampah
Nua hirup jadi pangeusi
Nyaricingan jagat ieu
Nyaricingan alam ieu !

Ka sakabeh
Nu ka deuleu teu ka ambeu
Nu kaambeu tapi teu aya
Nu araya tapi euweuh
Nu areuweuh tapi jaronghok
Nu narindak henteu napak
Nu nyoara teu ngarupa
Ka sakabeh karuhun
Luluhur galuh jeung sunda
1. Resi Guru Manikmaya
2. Raja Putra Suraliman Sakti
3. Rahiyang Jalu Kadiawan
4. Dahiang Galuh Kadiawati
5. Rahiyang Wreti Kandayun
6. Rahiyang Rawunglangit
7. Rahiyang Sempak Waja
8. Rahiyang Jantaka
9. Rahiyang Mandiminyak
10. Rahiyang Seuweu karma
11. Prabu Terus Bawa
12. Rahiyang Sanjaya
13. Rahiyang Warok Sangmanarah Ciwung Wanarah
14. Rahiyang Banga
15. Rahiyang Darmasiksa Patanjala
16. Prabu wangi Lianggabuana Wisesa
17. Prabau Wastukencana
18. Prabu Dewa Niskala
19. Prabu Susuk tunggal
20. Prabu Siliwangi Sribaduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran
21. Sanghiyang Maharaja Cipta Permana Prabu Digaluh Salawe
22. Adipati Panaekan
23. Prabu Dimuntur
24. Tanduran Gagang
25. Sang Raja Cita
26. Wiraperbangsa (Singaperbangsa 1)
27. Apun Kanduruan Tambakbaya (Singaperbangsa 2)
28. Apun Kanduruan Pager Gunung (Singaperbangsa 3)
29. Apun Kanduruan Wirasuta (Singaperbangsa 4)
Pun sapun
Neda ampun nya paralun
Neda jembar pangampura
Nyusud catur nu kapungkur
Mapay laratan baheula
Nya ayeuna pisan
Seja mintonkeun pangabakti
Tawis katresna ka lemah cai

Pakeun tanjeur di buana
Pakeun jaya di juritan
Pakeun sunda galuh nu sawawa

Run turun jati rahayu Bral datang banjaran bagja
Cag…….
 






NILAI LUHUR KERAJAAN YANG PERNAH "MANGGUNG" DI TATAR SUNDA

NILAI LUHUR KERAJAAN YANG PERNAH "MANGGUNG" DI TATAR SUNDA

KERAJAAN SALAKANAGARA
Dari jaman Kerajaan Salakanagara (130-362 M); dapat dipetik nilai-nilai: “pindah cai, pindah tampian”; dimana Dewawarman mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan kehidupan masyarakat mertuanya (Aki Tirem) dan istrinya (Pohaci Larasati), melalui jalinan hubungan sosial yang damai dan saling memberi manfaat (mutual benefit)

KERAJAAN TARUMANAGARA
Dari jaman Kerajaan Tarumanagara (358-561 M); dapat dipetik nilai-nilai: bahwa suatu negara atau kerajaan akan menjadi kuat dan berwibawa apabila raja atau penguasanya sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, seperti yang dilakukan Purnawarman dengan membangun parit/kanal dan memberi hadiah bagi rakyatnya. Seorang pemimpin harus memiliki sifat yang konsisten, berani, jujur, bijaksana dan penuh kesabaran dalam memerintah rakyatnya, seperti sikap Resiguru Manikmaya dan Wretikandayun

KARAJAAN SUNDA
Kerajaan Sunda (669-1311 M); dapat dipetik nilai-nilai: suatu negara atau kerajaan akan dapat Berjaya dalam kurun waktu yang sangat lama jika diperintah oleh para raja yang bersikap adil, amanah, mengutamakan kedamaian dan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya (masa kekuasaan raja-raja Sunda mencapai 642 tahun). Seorang pemimpin harus berani mengambil tindakan kretif dan inovatif untuk merubah citra negara yang makin memudar (Tarusbawa memindahkan ibukota dari Bekasi ke Bogor). Seorang pemimpin harus mau dan mampu meningkatkan kualitas dirinya agar menjadi seorang yang bebas dan merdeka. Seorang pemimpin harus punya visi dan misi yang tegas dan konsisten dalam mengelola wilayah dan kelestarian lingkungan alam serta kesejahteraan rakyatnya (Sri Jayabupati membuat aturan kabuyutan Sanghyang Tapak). Masyarakat Sunda dan Jawa adalah bersaudara, jadi janganlah terjadi perselisihan diantara mereka (wasiat Prabu Darmasiksa kepada Raden Wijaya).

GALUH, SUNDA KAWALI
Dari jaman Kerajaan Galuh Sunda Kawali (1311-1482 M) dapat dipetik nilai-nilai: prinsip kebenaran dan harga diri merupakan hal yang harus diperjuangkan dan dipertahankan dengan sepenuh jiwa dan raga (gugurnya Prabu Linggabuana dan Dyah Pitaloka di Bubat). Seorang raja yang bijaksana dan mencapai tingkat rohani 'satmata' lebih mengutamakan perdamaian daripada balas dendam yang dapat mengorbankan rakyat banyak (Prabu Bunisora tidak melakukan serangan balasan ke Majapahit). Orang tua yang bijaksana dan berwawasan luas secara ikhlas akan memberikan kesempatan kepada putranya untuk mencari nilai-nilai kebenaran yang hakiki

KERAJAAN PAJAJARAN
Dari jaman Kerajaan Pajajaran (1482-1579 M) dapat dipetik nilai-nilai: dengan memegang peraturan dan ajaran leluhur secara teguh, negara akan sejahtera dan aman dari ancaman musuh lahiriah dan batiniah (prinsip Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi). Orang tua yang bijaksana dan berwawasan luas secara ikhlas akan memberikan kesempatan kepada putranya untuk mencari nilai-nilai kebenaran yang hakiki (Sri Baduga mengikhlaskan putranya, Walangsungsang, memeluk agama Islam).

Minggu, 06 April 2014

PEMILU 2014 KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS

PEMILU 2014 KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS

Bulan April 2014 ini merupakan bulan yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia, dimana rencananya pada tanggal 09 April 2014 akan dilaksanakan "Pesta Demokrasi" berupa Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 Indonesia (Indonesian 2014 Elections). Pada Pemilu 09 April 2014 ini akan dilangsungkan pemilihan langsung untuk calon anggota legislatif, DPD, dan Calon Anggota MPR untuk menduduki masa jabatan 2014 hingga 2019 mendatang. Kampanye bagi tiap parpol maupun bagi para caleg telah dilakukan termasuk perkenalan dan pengenalan kartu suara.
Berbagai persiapan telah dilakukan hingga ke daerah, dimana PPS sebagai petugas ujung tombak pemilu 2014 telah dibentuk di tiap wilayah. PPS ini bertugas menyelenggarakan pemilihan umum langsung berupa pencoblosan gambar partai dan/atau nama calon anggota legislatif yang telah ditentukan masing-masing partai politik kontestan pemilu 2014.
Di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, khususnya di Desa Cisaga telah ditentukan 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masing-masing menampung lebih kurang 400-500 pemilih yang telah ditetapkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU.
Satu yang unik dalam pelaksanaan Pemilu 2014 yaitu pemilihan dilakukan dengan "paku" dan undangan untuk pemilih yang ditulis secara manual (tulis tangan), kontras dengan jaman yang telah serba canggih. Ketika negara lain telah melakukan pemilihan umum secara digital dengan hanya menyentuh layar LCD, di Indonesia, undangan pun masih harus ditulis tangan oleh petugas PPS. Sangat disayangkan...
Dilain pihak, peningkatan malah terlihat dari sikap masyarakat yang merupakan pemilih. Pada masa-masa kampanye, masyarakat telah mampu menentukan wakilnya yang akan duduk di legislatif. Hal didasarkan kepada berbagai bantuan yang "secara real" sampai ke lingkungan mereka. (Masyarakat luas hendaknya tidak memandang hal ini sebagai money politics). Mereka lebih memandang kebergunaan calon tersebut sebelum mereka dipilih. Hal ini kontras dengan masa-masa kebelakang, dimana masyarakat masih dapat ditipu dengan janji-janji manis calon anggota legislatif yang ketika mereka terpilih mereka "melupakan" pemilihnya.
persoalan lain justru ada di aparat pamong pemerintah (sebagian). Mereka tidak jarang "memegang jago" masing-masing dan berusaha membelokan keyakinan pilihan rakyat kepada jagonya. Mereka tidak jarang melupakan realita yang berkembang di masyarakatnya yang berkesan tidak pro kepada kemajuan dan keinginan rakyatnya. "Pemegang jago" tersebut berusaha "memblokir" berbagai "tawaran nyata" dari caleg yang bukan jagonya tanpa memperdulikan aspirasi yang berkembang di masyarakatnya.

Rabu, 27 Maret 2013

Pengajian Bulanan Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

Pengajian Bulanan Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

Masjid Besar Kecamatan Cisaga atau sering disebut Mesjid Agung Kecamatan Cisaga yang tepat bersebelahan dengan alun-alun Kecamatan Cisaga atau lapang sepak bola Desa Mekarmukti, pada hari Rabu di minggu pertama tiap bulannya selalu ramai dikunjungi jamaah pengajian bulanan se-Kecamatan Cisaga. Ibu-ibu mendominasi jumlah jamaah yang mengikuti pengajian bulanan Kecamatan Cisaga ini.
Seperti umumnya ibu-ibu, mereka yang datang ke pengajian ini, selain untuk mengikuti pengajian, juga sekalian mencari berbagai kebutuhan, terutama berbagai kebutuha sehati-hari.
Pengajian bertambah semarak dengan munculnya para pedagang dadakan yang menggelar lapak dagangannya di sekitar Alun-alun Kecamatan Cisaga. Tidak jarang, transaksi para pedagang dan jamaah akhirnya mengalahkan pengajian yang sedang dilaksanakan dan tampaknya hal ini menjadi semakin "biasa" dan umum terlihat.
Harga Bawang di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

Harga Bawang di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

Indonesia yang dikatakans ebagai negara agraris ternyata masih tidak mampu memenuhi kebutuhan hasil pertanian untuk konsumsi masyarakatnya sendiri. Bawang yang notabene adalah produk pertanian belakangan menjadi isu yang santer dibicarakan akibat harganya melonjak tajam hingga menembus angka Rp. 75.000,-.
Tidak terkecuali di Cisaga Kabupaten Ciamis. Ibu-ibu rumah tangga yang kesehariannya berkutat di dapur dengan berbagai panganan dan bumbu, termasuk bawang, turut mengeluhkan naiknya harga bawang di pasaran.
Meskipun bawang bukanlah bahan utama pangan untuk penduduk Cisaga, tetapi harga bawang ini menjadi isu dan bahan gosip ibu-ibu rumah tangga yang berbelanja di warung-warung penjual kebutuhan sehari-hari.
Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung, yang jelas political will sangat diharapkan disini untuk menjaga stabilitas harga berbagai produk pertanian di Cisaga khususnya, umumnya di Negeri tercinta, Indonesia.
Jalan Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis Rusak Berat

Jalan Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis Rusak Berat

Selama kurun waktu 2012, pembagunan dan rehabilitasi jalan kecamatan di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis Jawa Barat dirasakan sangat minim. hal ini terlihat dari kuantitas jalan kecamatan yang kian rusak seperti tidak terawat.
Lubang-lubang menganga yang cukup besar dan dalam banyak ditemukan di jalan kecamatan di Kecamatan Cisaga. Jalan baru yang dibangun dirasakan sangat minim, terutama dari segi kuantitas. Jalan lintasan angkutan umum Angkutan Pedesaan yang melayani jurusan Cisaga - Tambaksari, Cisaga - Sidamulya, dan Cisaga - Kawali pun, yang merupakan sarana transportasi utama dari daerah pinggiran menuju kota dirasakan sangat tidak memberi kenyamanan bagi para penggunanya.

Kamis, 22 November 2012

SAPUDAPARI CISAGA DI ADVENTURE NEVER DIES GUNUNG SEMERU JAWA TIMUR

Tanggal 15 - 18 November 2012 di Gunung Semeru, Jawa Timur diadakan pendakian dan jambore pencinta alam yang digagas AVTECH yang betema Aksi Bersih, Pendakian Bersama dan Jambore Pencinta Alam, yang mengundang para pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia. SAPUDAPARI Cisaga merupakan salah satu timyang mengikuti acara jambore pencinta alam di Gunung Semeru tersebut.
SAPUDAPARI yang merupakan kelompok pencinta alam dan pendaki gunung dari daerah Cisaga, Ciamis. SAPUDAPARI terbentuk karena kesamaan hobi, kepedulian dan rasa cinta alam dari para pemuda yang ada di Cisaga, Ciamis, Jawa Barat sebagai wadah untuk menyalurkan hobi, rasa cinta alam dan adventure di alam terbuka, tidak pernah dibentuk secara resmi tetapi dimulai sekitar tahun 2008 pada pendakian ke Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
November 2012, bertempat di Gunung Semeru, Jawa Timur, SAPUDAPARI Cisaga mengikuti acara AVTECH tersebut. Memulai perjalanan melalui darat dengan moda kereta api pada tanggal 13 November 2012, singgah di Surabaya dan meneruskan ke Malang, Jawa Timur dengan dimobilisaasi AVTECH dan tiba di sekitar kaki Gunung Semeru pada tanggal 15 November 2012. Atas koordinasi AVTECH, pendakian dimulai dan sampai ke sekitar puncak Semeru tanggal 18 November 2012.
Berikut beberapa photo dokumentasi SAPUDAPARI Cisaga selama mengikuti acara AVTECH Jambore Pencinta Alam di Gunung Semeru Jawa Timur.

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

sapudapari cisaga



sapudapari cisaga

sapudapari cisaga

Kamis, 01 November 2012

PENYERAHAN DARAH HASIL BHAKTI SOSIAL FMMC

Logo Forum Muda Mudi Cisaga FMMCPada tanggal 01 November 2012, darah hasil Bhakti Sosial Donor Darah Forum Muda Mudi Cisaga atau FMMC secara resmi diserah terimakan FMMC kepada PMI Kabupaten Ciamis melalui Berita Acara Serah Terima Nomor 240/17/FMMC/2012.

Penyerahan hasil Bhakti Sosial Donor Darah FMMC itu diserah terimakan dengan diketahui oleh Camat Cisaga, H. Suryatna, SH., MM. yang merupakan rekan FMMC dalam kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah FMMC itu.
Dari kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah Forum Muda Mudi Cisaga itu, FMMC menyerahkan darah dari berbagai golongan, diantaranya golongan darah A sebanyak 10 kantong darah, golongan darah B sebanyak 11 kantong darah, O sebanyak 17 kantong darah dan AB sebanyak 3 kantong darah.
FMMC, donor darah, cisaga, ciamis
Berita Acara Penyerahan Darah dari FMMC kepada PMI Kab. Ciamis

Rabu, 31 Oktober 2012

DONOR DARAH FMMC

Dalam memeriahkan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, pada tanggal 29 Oktober 2012, Forum Muda Mudi Cisaga atau FMMC mengadakan Bhakti Sosial Donor Darah Forum Muda Mudi Cisaga. FMMC sebagai organisasi kepemudaan di daerah Cisaga Kabupaten Ciamis bekerjasama dengan unsur Muspika dan PMI Kabupaten Ciamis mengadakan acara Bhakti Sosial Donor Darah FMMC di sekretariat FMMC di Komplek Masjid Besar Kecamatan Cisaga.
forum muda mudi cisaga, FMMC
FMMC
Donor darah yang diselenggarakan di Cisaga atas kerjasama Forum Muda Mudi Cisaga atau FMMC dan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat berjalan lancar dan sukses walaupun sempat diwarnai sedikit insiden kesalah pahaman atara penyelenggara dalam hal ini Forum Muda Mudi Cisaga atau FMMC dengan tenaga profesional Palang Merah Indonesia atau PMI Kabupaten Ciamis.
Kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah Forum Muda Mudi Cisaga itu diikuti berbagai lapisan masyarakat, dari mulai pejabat pemerintah, staf lembaga pemerintah, personil Polsek Cisaga dan Koramil Cisaga,lembaga swadaya masyarakat dan kepemudaan maupun masyarakat umum. Camat Cisaga selaku pucuk pimpinan pemerintahan di Kecamatan Cisaga turut mendonorkan darahnya, diikuti Kapolsek, Danramil, dan pendonor lainnya yang datang tidak hanya dari sekitar Cisaga tetapi juga dari desa-desa yang ada di Kecamatan Cisaga.
Pada kegiatan Donor Darah Forum Muda Mudi Cisaga atau FMMC tersebut FMMC berhasil menarik pendonor sebanyak 60 orang dan 3 orang tidak sempat mendonorkan darahnya.Sesuai standar pendonoran darah, hasil pemeriksaan sebelum mendonorkan darah diperiksa keadaan medis pendonor dan dari hasil tes medis 41 orang dinyatakan layak mendonorkan darahnya dan sebanyak 13 orang dinyatakan kurang memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.
Dari kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah Forum Muda Mudi Cisaga itu, PMI Kabupaten Ciamis berhasil mengumpulkan darah dari berbagai golongan, diantaranya golongan darah A sebanyak 10 kantong darah, golongan darah B sebanyak 11 kantong darah, O sebanyak 17 kantong darah dan AB sebanyak 3 kantong darah.
Keberhasilan kegiatan Donor Darah FMMC ini tidak lepas dari soliditas, solidaritas, valuabilitas dan kerja keras jajaran Forum Muda Mudi Cisaga yang menjadi wadah generasi muda di Cisaga Kabupaten Ciamis dalam berorganisasi dan berkomunikasi.

Jumat, 05 Agustus 2011

Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC)

Pemuda ataupun Pemudi merupakan generasi yang diharapkan mampu membawa dan mengarahkan negeri di masa yang akan datang. Di pundak para muda-mudi itu kelak bangsa ini akan dipikul.
Dari sekian beban yang harus dipikul para muda-mudi di masa yang akan datang itu, sudah selayaknya dibentuk mental muda-mudi yang tahan banting dan bijaksana.
Penggemblengan muda-mudi di Cisaga, Ciamis dilakukan dengan berbagai pembentukan organisasi kepemudaan diantaranya Forum Muda-Mudi Cisaga atau disingkat FMMC.
Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC)
FMMC merupakan lembaga kepemudaan yang merangkul berbagai komponen pemuda dengan berbagai talenta. FMMC menggarap berbagai kegiatan yang melibatkan tidak hanya pemuda-pemudi yang ada di Cisaga, tetapi juga bersama-sama dengan para tokoh yang ada di Cisaga saling rangkul untuk memanfaatkan berbagai potensi kepemudaan yang ada di Cisaga, Ciamis.
Beberapa garapan Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC) diantaranya adalah pembentukan sanggar tari Santika Budaya yang memberikan kursus atau pelatihan menari kepada masyarakat yang berminat. Selain untuk melestarikan budaya seni tari juga menggali potensi pemuda yang ada di Cisaga khususnya, umunya siapa saja yang mempunyai minat pada seni tari.
Garapan lainnya dari Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC) adalah kegiatan situasional yang berkaitan dengan Bulan Ramadhan 1432 H. Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC) mengadakan acara ngabuburit yang diisi dengan berbagai kegiatan positif yang berhubungan dengan budaya dan syiar islam. Lomba Kaligrafi, lomba mewarnai, lomba qasidah (rebana), lomba tabuh bedug hingga yang bernuansa modern berupa pestifal band islami.
Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC) mengemas acara lomba islami itu pada kegiatan ngabuburit yang akan diadakan di lapang Kecamatan Cisaga sekitar tanggal 15 Agustus 2011 mendatang.
Program jangka panjang Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC) diantaranya adalah mempublikasikan potensi Cisaga secara umum melalui pembuatan film yang rencananya pengambilan gambar dilaksanakan di beberapa lokasi di wilayah Cisaga.

Forum Muda-Mudi Cisaga (FMMC) nantinya diharapkan dapat menjadi wadah pemuda-pemudi di Cisaga, Kabupaten Ciamis untuk dapat mengembangkan dirinya hingga menjadi insan mandiri dan mempunyai tanggung jawab yang mendalam kepada beban sosial kulturalnya. Semoga....

Jumat, 15 Juli 2011

Capaian Kinerja Pemerintah Kota Banjar 2009-2010

Logo Kota Banjar

Kota Banjar adalah Kota yang masih relatif muda jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota yang lain di Provinsi Jawa Barat. Namun, Pemerintah Kota Banjar telah berusaha melaksanakan serangkaian terobosan kegiatan pembangunan, dalam upaya meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakatnya .
Upaya-upaya tersebut mulai terwujud. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan sarana prasarana Pemerintahan dan sarana pelayanan masyarakat lainnya.
Prasarana pemerintahan, transportasi, sumberdaya air, penerangan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, merupakan tonggak dasar pembangunan yang terus dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan oleh Pemerintah Kota Banjar.
Infrastruktur transportasi hampir secara keseluruhan telah tersentuh, mulai jalan propinsi, perkotaan, perdesaan bahkan hingga tembus ke wilayah dusun.
Selain mulusnya jalan, beberapa jembatan penghubung yang telah dibangun, seperti jembatan Lengensari, membuka akses hubungan budaya, sosial dan perekonimian dengan wilayah Jawa Tengah.
Kota Banjar menerapkan beberapa indikator yang dijadikan tolok ukur pelaksanaan pembangunan. Secara keseluruhan komponen tersebut bermuara pada pembangunan manusia yang ditunjukan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Model pembangunan yang digunakan bertujuan untuk memperluas peluang agar penduduk hidup layak. Tujuan tersebut akan dapat tercapai jika setiap orang memperoleh peluang yang seluas-luasnya untuk hidup sehat dan panjang umur, pendidikan dan ketrampilan serta mempunyai pendapatan yang diperlukan hidup.
Untuk mewujudkanya Pemerintah Kota Banjar telah menempuh langkah-langkah program pembangunan, diantaranya sebagai berikut :
  1. Pembangunan prasarana pemerintahan. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun, diantaranya sarana gedung perkantoran. Antara lain: Pendopo Gedung Negara, Kantor Walikota Banjar, Sekretariat Daerah, OPD dan Membantu memfasilitasi pembangunan Kantor Instansi Vertikal seperti Kejaksasaan Negeri, Polisi Resort Kota, Lembaga Pemasyarakatan Kota, Gedung Samsat, Dandenpom, BPS dan Kantor Departemen Agama Kota Banjar.
  2. Untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat telah dibangun sarana prasarana jalan dan jembatan antara lain peningkatan badan jalan dengan pola hot mix sampai ke desa-desa, pembangunan jembatan yang menghubungkan poros jalan perbatasan Jabar-Jateng (Langensari Kota Banjar - Dayeuh luhur Kabupaten Cilacap). Pembangunan Jembatan Binangun yang menghubungkan wilayah perbatasan selatan Kota Banjar - Kabupaten Ciamis. Membuka jalur-jalur transportasi dari dan ke Kota Banjar untuk memudahkan dan melancarkan perekonomian masyarakat. Ini adalah merupakan investasi jangka panjang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Banjar.
  3. Selain bidang ekonomi bidang pendidikan merupakan prioritas utama di Kota Banjar, investasi dibidang ini meliputi: Pembebasan Biaya Pendidikan mulai Tingkat Usia Dini, Sekolah Dasar dan Menengah. Bagi siswa dan mahasiswa yang berprestasi dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Banjar.
  4. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Banjar telah melakukan terobosan dengan membebaskan biaya pengobatan bagi masyarakat di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat di Kota Banjar dan membebaskan biaya pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar bagi masyarakat yang tidak mampu.
  5. Dalam Bidang Usaha Kecil dan Menengah Pemerintah Kota Banjar telah melakukan berbagai terobosan dalam upaya mendangkrak semangat kewirausahaan masyarakat, antara lain: bantuan stimufan modal usaha baik bagi kelompok Usaha Kecil dan Menengah maupun individu yang dianggap memiliki potensi dan layak untuk dikembangkan. Seperti pengrajin makanan olahan, ukiran, meubeulair, pedagang warungan, jasa mekanik dan sejenisnya.
  6. Di Bidang Perdagangan, jenis produk kebutuhan masyarakat tingkat menengah ke bawah menjadi sorotan utama Pemerintahan Kota Banjar. Meliputi kebutuhan rumah tangga, termasuk pakaian jadi. Produksi masyarakat ini bukan hanya dipasarkan di Kota Banjar saja, melainkan dipasarkan pula ke luar Kota Banjar. Beberapa diantaranya seperti ukiran dan miniatur alat musik, bahkan diekspor ke luar negeri.
  7. Sebagai implementasi kesiapan Kota Banjar untuk melakukan pengenalan produk dan pemasaran hasil poduksi masyarakat, Pemerintah Kota Banjar membuka galeri (lapak, tempat pemasaran) di beberapa Kota Besar. Diantaranya di Pasar Caringin Bandung dan Cipulir Jakarta Selatan.
  8. Obsesi Kota Banjar sebagai pemasok kebutuhan daging Jawa Barat, secara bertahap mulai dilakukan. Yaitu dengan memperbanyak kelompok tani dalam pembesaran ternak, baik sapi maupun kambing.
  9. Di bidang pariwisata, Pemerintahan Kota Banjar mengoptimalkan Sumber Daya alam yang ada. Diantaranya menata beberapa objek Wana Wisata. Diantaranya Situ Mustika, Gunung Babakan dan Rawa Onom. Kerjasama dengan pihak Perum Perhutani dan PJKA menghasilkan beberapa lahan rekreasi seperti Tempat Peristirahatan Kawasan Parungsari. Wisata alur Sungai Citanduy dalam tempo yang tidak terlalu lama akan segera terwujud. Sedangkan "Water Park" di kawasan Parung Lesang telah beroperasi sejak Januari 2010. Arena wisata ini bukan hanya objek wisata air saja, melainkan dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya. Pada akhirnya arena ini bukan saja menjadi tujuan wisata, akan tetapi sekaligus akan menjadi alternatif persinggahan bagi mereka yang bertujuan wisata ke Pangandaran maupun ke Jawa Tengah.

Hal-hal yang disebutkan di atas, baru sebagian yang bisa dipaparkan. Pembangunan Kota Banjar sedang berjalan dan akan terus berjalan, untuk mencapai tujuan “Dengan Iman dan Takwa Kita Wujudkan Banjar Menuju Kota Agropolitan Termaju di Priangan Timur Jawa Barat".

Selasa, 12 Juli 2011

PNPM di Desa Cisaga Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

PNPM di Desa Cisaga Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

Beberapa tahun terakhir pemerintah meluncurkan program "pinjaman lunak" yang ditujukan kepada masyarakat dan lingkungan untuk mendukung kelancaran pembangunan di tingkat dasar. PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, itulah program tersebut. 
Menurut situsnya, PNPM Mandiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya.
Tujuan pelaksanaan PNPM Mandiri diantaranya adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Lebih khusus lagi PNPM bertujuan untuk:
  • Meningkatnya partisipasi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, komunitas adat terpencil dan kelompok masyarakat lainnya yang rentan dan sering terpinggirkan ke dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan.
  • Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat yang mengakar, representatif dan akuntabel.
  • Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan, program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor)
  • Meningkatnya sinergi masyarakat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat dan kelompok perduli lainnya untuk mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.
  • Meningkatnya keberadaan dan kemandirian masyarakat serta kapasitas pemerintah daerah dan kelompok perduli setempat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya.
  • Meningkatnya modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan lokal.
  • Meningkatnya inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, informasi dan komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat.
PNPM ditujukan kepada setiap lingkungan masyarakat untuk memperlancar pembangunan disegala bidang di lingkungan yang dimaksud. Lingkungan sasaran ...
terutama lingkungan dalam lingkup dasar pemerintahan seperti masyarakat di tingkat Dusun/Kampung ataupun Desa.
Desa Cisaga Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis juga termasuk sasaran dari PNPM Mandiri, pada awalnya.
Pada tahun-tahun awal diterapkannya PNPM Mandiri di Desa Cisaga, Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis memang ditujukan untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dengan harapan dalam perjalannya dapat berkesinambungan. Karena satu dan lain hal yang diduga karena keteledoran dan manipulasi, PNPM Mandiri di Desa Cisaga Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis tidak berkesinambungan dan dari hasil audit yang dilakukan tim PNPM Mandiri, Petugas PNPM mandiri menarik kesimpulan bahwa masyarakat Desa Cisaga dianggap tidak mampu mengelola bantuan dari PNPM Mandiri tersebut dan mendapatkan "raport merah".
Hal itu disebabkan karena beberapa faktor yang cukup dominan, diantaranya Pihak pemerintahan setempat yang kurang sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan PNPM Mandiri, Pihak tertentu menjadikan PNPM Mandiri sebagai komoditas proyek untuk memperoleh keuntungan pribadi, Campur tangan "Pihak Desa" yang diduga terlelu dominan dalam pengambilan kebijakan berkaitan dengan PNPM Mandiri yang sedianya "Pihak Desa" ini hanya menjadi fasilitator penyedia sarana dan prasarana PNPM Mandiri itu, hingga menjadikan petugas PNPM Mandiri di Desa Cisaga kurang bisa melaksanakan program sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai pengawas dalam pelaksanaan dan pemanfaatan PNPM Mandiri.
Setidaknya itulah temuan penulis dalam melihat PNPM Mandiri di Desa Cisaga Kecamatan Cisaga kabupaten Ciamis berdasarkan apa yang dikemukakan berbagai kalangan terutama masyarakat di Desa Cisaga.

Minggu, 03 Juli 2011

PERSIAPAN PEMILU 2014 INDONESIA

Beberapa hari kebelakang seseorang yang mengaku dari sebuah "bakal" partai datang bersilaturahmi. Ia bertutur layaknya seorang aktifis politik yang telah cukup fasih dalam berorasi. Di ujung pembicaraan ia menyampaikan maksud bahwa kebutuhan "bargainning" sesama kader muda sangat diperlukan untuk dapat memajukan Indonesia yang masih dan selalu terpuruk.
Ia menyatakan bahwa dari 37 provinsi dibawah naungan merah-putih (Indonesia), hampir 22 daerah telah mempunyai Dewan Pimpinan Cabang dan hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis telah mempunyai Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Sri Mulyani Indrawati
Partai ini mengusung nama seorang mantan mentri cerdas dan cantik yang dihormati berbagai lembaga keuangan dunia. Sri Mulyani Indrawati, itulah orang cerdas yang dibuang "Indonesia" (DPR) dan akhirnya menjadi pejabat di lembaga keuangan internasional. Partai yang disodorkan bernama SRI (sama dengan nama sang mantan mentri terbuang), singkatan dari Serikat Rakyat Independen (maaf kalo salah). Ia mengajak untuk bergabung dengan membentuk PAC di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, sekaligus mengurus berbagai birokrasi dan administrasinya.


Hati dan pikiran berputar dan menimbang berbagai perkataan sang kader yang menawarkan kepemimpinan di Anak Cabang ini. Sempat terlintas untuk menandatangani pernyataan kesetiaan, tapi akhirnya urung dilakukan, dengan alasan yang sedikit melankolis.

Senin, 28 Maret 2011

Ciamis Suka-Suka: SEKOLAH DASAR NEGERI TERAKREDITASI A DI CISAGA CIAMIS

Ciamis Suka-Suka: SEKOLAH DASAR NEGERI TERAKREDITASI A DI CISAGA CIAMIS

Ternyata dari sekian banyak SD di lingkungan UPTD Pendidikan Kec. Cisaga Kab. Ciamis hanya 3 (tiga) sekolah dasar (SD) negeri yang Terakreditasi A. Sekolah dasar negeri (SDN) di lingkungan UPTD Pendidikan yang Terakreditasi A adalah SD Negeri 1 Mekarmukti, SD Negeri 1 Wangunjaya, SD Negeri 1 Girimukti. Hal ini berdasarkan situs Badan Akreditasi Nasional.
Sekolah Dasar (SD) negeri yang mempunyai Akreditasi A merupakan hasil penilaian tim akreditasi (aksessor) yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan cara menyilangkan anggota tim keluar dari wilayahnya.
Nilai Akreditasi yang dipersyaratkan agar mempunyai Akreditasi A adalah yang mempunyai nilai total 80-100 point menurut standar akreditasi Pemerintah kabupaten Ciamis. Point-point tersebut merupakan akumulasi dari berbagai aspek menyangkut sekolah bersangkutan seperti administrasi, sarana-prasarana sekolah, prestasi sekolah dan lain-lainnya.
Nilai Akreditasi A dicapai jika point-point yang dinilai memenuhi syarat objektif tim aksessor yang melakukan penilaian pada saat sekolah yang bersangkutan dinilai. Hal ini menunjukan kesiapan pengajaran, pembelajaran dan kesiapan sarana maupun prasarana yang mendukung pengajaran di sekolah yang bersangkutan, tidak terkecuali seperti penghapus papan tulis ataupun toilet siswa atau guru.
Dari sekian bayak SD negeri yang ada di pusat Kecamatan Cisaga (Desa Cisaga, Desa Mekarmukti), hanya satu SD yang menjadi SD negeri terakreditasi A yaitu SD Negeri 1 Mekarmukti dengan total nilai 86.

Senin, 31 Januari 2011

Kepala Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Masuk RSUD Kota Banjar

Kepala Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Masuk RSUD Kota Banjar

31 Januari 2011 Kepal Desa Girimukti Kecamatan Cisaga, Ciamis yang merangkap sebagai pengusaha kayu Atika Jaya, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar. Petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Cisaga Resort Ciamis membawa Kepala Desa Girimukti Kecamatan Cisaga itu ke rumah sakit setelah yang bersangkutan mengalami muntah darah.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi sebab sakitnya Kepala Desa Girimukti, Bapak Tarsum Gandasaputra tersebut.
dari konfirmasi yang didapat admin, pihak keluarga membenarkan kejadian tersebut, terutama berkenaan sakitnya Kepala Desa Girimukti Kecamatan Cisaga tersebut.

Jumat, 28 Januari 2011

Ciamissuka-suka: Panen Raya Tomat di SMP Negeri 2 Cisaga

Ciamissuka-suka: Panen Raya Tomat di SMP Negeri 2 Cisaga

Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal mempunyai misi mencerdaskan khidupan bangsa. Disamping itu sesuai dengan kurikulum yang berbasis kompetensi, sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan sudah seharusnya mempunyai misi dan visi yang sesuai dengan lingkungan tempatnya beroperasi. Kompetensi pendidikan akan lingkungan sekitarnya tidak hanya dilihat dari sisi kurikulum pendidikannya, tetapi juga harus didukung oleh contoh implementasi kurikulum tersebut yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah, terutama yang tidak membebani siswanya dalam menuntut ilmu. Hal ini sudah dicontohkan oleh SMP Negeri 2 Cisaga, Kabupaten Ciamis.
SMP Negeri 2 Cisaga, Kabupaten Ciamis yang beroperasi di daerah perkebunan sudah sepantasnya mengembangkan kurikulum yang berkompetensi kepada bidang perkebunan atau lebih luasnya pertanian. SMPN 2 Cisaga, Kabupaten Ciamis pada tahun 2011...
berhasil mengimplementasikan beberapa materi kurikulumnya kedalam suatu kegiatan yang sangat positif dan berkaitan langsung dengan dunia nyata, yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan perkebunan tomat. Penanaman tomat yang dilakukan di sekitar kampus SMP Negeri 2 Cisaga, Kabupaten Ciamis ini dipandang cukup berhasil dengan dilaksanakannya Panen Raya Tomat di SMP Negeri 2 Cisaga yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu pekan lalu.
Keberhasilan SMP Negeri 2 Cisaga, Kabupaten Ciamis ini hendaknya menjadi contoh yang dapat diikuti oleh lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Disamping itu, aspek ekonomi bisnis yang dibidik SMP Negeri 2 Cisaga, Kabupaten Ciamis ini tampaknya cukup menjanjikan terutama berkaitan dengan otonomi sekolah dan kemandirian sekolah.

Kamis, 23 September 2010

Pesantren Salafiyah “Miftahul Huda”

Pesantren Salafiyah “Miftahul Huda”

Pesantren ini memiliki induk pesantren Salafiyah “Miftahul Huda” di bawah pimpinan K.H. Khoer Affandi (Alm), yang berlokasi di wilayah Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren ini banyak melahirkan alumni yang telah mampu mendirikan pesantren-pesantren baru atau lembaga pendidikan Islam lainnya dengan ciri khas menggunakan nama “Huda” atau “Khoer”, sebagai bentuk ikatan emosional sekaligus penghormatan terhadap Sang Kyai mereka. Para alumni yang jumlahnya ribuan orang membentuk suatu ikatan yang disebut “HAMIDA” (Himpunan Alumni Miftahul Huda), yang banyak pula tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Ciamis dan berhasil mendirikan pesantren-pesantren turunannya, antara lain:
  1. Pondok Pesantren kombinasi “Miftahul Huda II” di bawah pengasuh K.H. Nonof Hanafie putera dari pendiri K.H. Umar Nawawi (Alm), yang berlokasi di Dusun Wetan Rt 02/05 Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara, Ciamis Utara
  2. Pondok Pesantren Salafiyah “Al Huda” di bawah pimpinan K.H. Asep Alinurdin generasi ke 3 dari K.H. Otong Hasan dan K.H. Ahmad Sukaeji (Alm), berlokasi di  Dusun Turalak Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg, Ciamis Tengah 
  3. Pondok Pesantren kombinasi (Kholafiyah) “Miftahul Huda 357” di bawah pimpinan K.H. Maktum, yang berlokasi di Blok Rengreng Dusun Cimengger Kecamatan Cijeungjing, Ciamis Tengah 
  4. Pondok Pesantren Salafiyah “Miftahul Khoer” di bawah pimpinan KH. Ace Sulaeman, yang berlokasi di Dusun Kertamandala Desa Mandalare No. 56 Kecamatan Panjalu, Ciamis Utara.
  5. Pondok Pesantren  kombinasi (Kholafiyah) “Al Hasan” di bawah pimpinan K.H.M. Syarif Hidayat, yang berlokasi di jalan. Jenderal Ahmad Yani No.120 Kelurahan Kertasari Ciamis Kota
  6. Pondok Pesanttren  Salafiyah “Al Furqon” di bawah pimpinan K.H. Otong Aminuddin, yang berlokasi di Dusun Karanglaya Rt 04/07 Kecamatan Cimerak, Ciamis Selatan 
H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si. (Dekan FKIP Universitas Galuh Ciamis)